FF – The Fate Part. 1

Haruno Sakura


Akasuna no Sasori

Deidara

Author : Citra D.K ( @citradewi__ )

Disclaimer : this story belong to me, casts belong to Masashi Kishimoto, Masashi Kishimoto and I belong to God.

Pair : SasoSaku, DeiSaku

Cast : akatsuki member, Sakura friend and more

Genre : friendly, romance, angst.

P.s : standard warning applied.

Language : Indonesian

Rate : T

Notice : No copycat and plagiarize, because its sinning!

Don’t like, don’t read.
Happy reading ^^

Suasana terlihat kaku dan tegang. Gadis berkimono merah muda itu memandangi ayahnya dengan hormat. Berusaha mungkin melembutkan suaranya ketika menyanggah perintah ayahnya.

“Tapi ayah—”

“Aku tak mau tahu!”

“Tapi aku tak mengenalnya. Tak bisa—”

“Kau tak punya alasan untuk melawan”

“Ta—”

Plak!

Sebuah tangan melayang dipipi gadis berkimono merah muda itu. Sang gadis lantas memegangi pipinya yang perih. Jantungnya berdetak tak beraturan, wajahnya dipenuhi ekspresi shock.

Baru kali ini orang yang paling ia hormati melakukan kekerasan padanya. Air matanya belinangan mengalir, matanya terbelalak shock, lalu lambat laun meredup, tatapan kecewa menghiasi wajahnya.

Para pelayan memandangi sang puteri cemas, namun tak berani karena takut melawan perintah sang Raja. Disisi raja berdirilah dua penasihat tua, memandangi gadis bersurai merah muda itu.

Sang Raja sedikit tersentak setelah melakukannya, namun ia kembali ketatapan sebelumnya. Ia tetap bersikukuh dengan keinginannya. Haruno Sakura adalah anak tunggalnya, itu berarti ia HARUS menerima perintah ayahnya itu.

Gadis itu menghapus air matanya kasar dan memandang ayahnya untuk pertama kali dengan tatapan tajamnya, “Arigatou” ucapnya sengau lalu pergi meninggalkan ruangan itu.

Para dayang langsung mengikuti sang Puteri sedangkan sang Raja hanya menghela nafas berat. “Kenapa begitu sulit?”

Salah seorang penasihat angkat bicara, “bersabarlah Haruno-sama. Seharusnya kau memerintahkannya tanpa emosi seperti tadi.”

“Benar. Saya rasa ini bukanlah misi kecil, harusnya anda memberi alasan tadi dengan sikap lemah lembut agar ia tidak membangkang. Sekarang akan sedikit lebih sulit untuk mengajaknya bekeja sama.” Sahut seorang penasihat wanita.

Sang Raja hanya memegangi kepalanya seraya menunjukan espresi berfikir keras.

*** CDK_The Fate ***

Gadis itu masih terguncang, air matanya mengalir jikalau mengingat kejadian tadi siang. Matanya bengkak karena menangis seharian, bahkan dijam malam yang seharusnya ia telah terlelap, ia belum bisa menutup matanya.

Otousan, kenapa kau begitu?”

Tiba-tiba gadis itu tersadar, ia hanya tertawa hambar. “Bukan, dia adalah Raja” gadis itu kembali tertawa, “aku tidak punya otousan, kenapa aku sampai lupa?” Ia memukul kepalanya pelan, lama kelamaan ia kembali terdiam, matanya kembali meredup.

Ia melirik jendela dan menimang-nimang.

*** CDK_The Fate ***

Tampak sesosok manusia bejubah hitam dengan caping tengah berlari kearah hutan. Ia mempercepat larinya, sesekali diliriknya kebelakang, mengecek adakah orang yang melihatnya.

Sosok itu beristirahat dibawah pohon besar ketika ia sudah sampai ditengah-tengah hutan. Dipandanginya langit, sosok sang Puteri malam tengah menunjukan dirinya. Sinarnya menunjukan keindahannya.

Sosok itu melepas capingnya, nampak surai merah muda panjang tergerai indah. Gadis itu menghapus peluh yang terpampang didahinya lalu kembali memandangi sang Bulan.

Matanya mulai sayup-sayup, angin malam berdesir memilukan tulang karena suhunya. Gadis itu merapatkan jubah dan memeluk capingnya lalu mencoba untuk tidur.

Ia merasa tengah berada dialam antara sadar dan tak sadar. Mimpi mulai mengisi pikirannya namun ia masih bisa mendengar keadaan sekeliling hutan.

Ia terperanjat ketika mendengar suara ledakan besar. Cepat-cepat ia memakai capingnya tanpa merapihkan surainya yang mencolok. Ia menatap sekeliling waspada sekaligus shock. ‘Suapa apa barusan?’

Ketika ia memandang kearah selatan, tak jauh darisana terlihat asap-asap mengepul, seperti hasil dari suara–yang diperkirakannya ledakan–yang mengusiknya tadi.

Dengan siaga, ia memicingkan matanya kearah sana. Ia terhentak ketika melihat bayangan sesuatu dibalik asap tersebut. Sosok tinggi langsing. Jantungnya berdetak kencang. Fikiran horor mulai menyandranya.

Ia mengambil pisau kecil dari dalam jubahnya, memegangnya erat sebagai senjata. Bagaimanapun juga ia seorang wanita, tak heran ia harus menjaga dirinya disaat sendiri seperti ini.

Who’s there?!” Sosok dibalik asap itu berteriak, sekilas tubuh gadis itu merilex, ‘ternyata manusia’. Namun dengan segera ia mengejang. Dari suaranya si gadis menilik bahwa orang itu adalah lelaki. Lantas dengan cepat ia kembali mengeratkan pisau kecilnya.

“Jangan macam-macam!” Ancam gadis itu tajam. Terdengar bunyi ranting dan daun kering bergesekan dan patah, juga kerikil yang bergesekan. Dengan cepat gadis itu kembali mengintrupsi, “Jangan Mendekat!”

Namun sayangnya, sang empu bayangan tadi telah keluar dari balik asap abu-abu itu. Sesosok menyerupai manusia, tinggi kurus dan bersurai panjang. “Siapa kau?” Sosok itu memicingkan matanya tajam.

Sang gadis lantas menodongkan pisau itu kearah sang lelaki, “kubilang jangan mendekat!” Gadis itu perlahan mundur dengan gerakan terburu-buru. Sayangnya sebuah akar pohon besar mengintrupsi salah satu pergelangan kakinya. Sontak ia terjatuh dan meringis pelan.

Lelaki dihadapannya hanya menatap malas kearah sang gadis, “heh orang bodoh, sedang apa kau malam-malam disini?”

“Apa kau bilang?! Tunggu, kau sendiri sedang apa, hah!” Mungkin kebanyakan ibu didesa mengatakan hal seperti ‘tirulah sikap seorang puteri, sungguh sopan perlakuan dan tata bicaranya’ kepada anak-anak perempuannya. Namun sayangnya, fakta tentang ucapan sang Puteri berlotak belakang sekali.

Lelaki itu meringis sebentar, “jadi kau wanita ya? Sedang apa seorang wanita berada ditengah hutan seperti ini? Ini masih jam 2 dini hari, nona” terang sang lelaki, sedikit mencibir sebenarnya.

Gadis itu nampak berfikir sebentar lalu berdiri, “kumohon bantu aku, kumohon. Bisakah kau memberikanku tempat tinggal?” Kepalanya menunduk, sejujurnya baru kali ini ia berinteraksi dengan orang lain diluar pegawai kerajaan. Bahkan dengan penduduk desa saja tidak boleh.

“Kau gila ya? Onamae wa?” Lelaki itu mengangkat sebelah alisnya, “gosyosshin wa?”

Gadis itu mendesis tajam, namun tetap memperkenalkan diri—yang sepentingnya saja. “Watashiwa Sakura-desu. Konohagakure karakimashita“, gadis itu menelan liurnya sesaat, “bisakah kau membantuku?”

Lelaki itu memberikan pandangan menilai, “hm kenapa kau kesini?”

“Em… Aku ingin kab—maksudku pergi. Ayahku adalah orang jahat, aku tidak mau membantunya jadi aku pergi meninggalkannya.” Gadis itu mengangkat bahu, “intinya begitu.”

Lelaki itu kembali memandangi gadis itu dari atas sampai bawah, “hah, sepertinya ada. Tapi untuk masalah layak tidaknya aku tidak menjamin.” Lelaki itu bebalik, surai pirangnya hampir sepanjang pinggang. “Follow me

“Eh?” Gadis itu terdiam sebentar lalu memutuskan untuk mengejarnya. “Bisakah kau berjalan perlahan? Disini cukup gelap dan banyak akar pohon dimana-mana”

“Huh, kau sudah minta tolong, aku tak mau menolongmu terlalu banyak.”

Gadis itu mendengus sebal, ada saja orang yang seperti itu. “Onamae wa?”

“…”

“Kau dengar tidak?”

“Panggil saja Deidara”

“Kau tinggal dimana?”

“Diam saja! Nanti juga tahu”

“Omong-omong, kau bukan orang Jepang ya?” Gadis itu kembali mengingat manik Aquamarine pemuda pirang ini, “tadi kau meledakan sesuatu?”

Not important. Kau tak perlu tahu”

*** CDK_The Fate ***

“Sudah sampai! Kurasa kau bisa tidur disini” Deidara memandang bangunan—atau mungkin bisa disebut begitu—didepannya dengan tatapan casual.

“Maksudmu kau suruh aku tidur di kandang kuda?!” Manik Emerald gadis itu terbelalak tak percaya. Apa orang didepannya masih waras?

Deidara mengangkat sebelah alisnya, “tidak terima? Sudah sukur kuberi tempat.”

“T—Tapi jika disana bisa gatal-gatal, baka!”

“Terserah, tinggal kau pilih tidur didalam sana atau dihutan. Tak tahu diri sekali kau, heh” lelaki itu berjalan meninggalkan si gadis kesebuah gubuk. Ia masuk dan tak keluar lagi.

Dengan nanar Sakura memandangi obyek dihadapannya, kandang kuda yang tak terawat dan kosong. Meski begitu banyak hewan-hewan kecil dan jerami yang berserakan. Gadis itu kembali bergidik. “Tidak mau!”

Sakura menghampiri gubuk yang tak jauh dari kandang itu, menggedori pintu tak sabar, “hei bisakah kau membiarkanku tidur disini? Hanya untuk semalam saja!”

“Tidak bisa! Kalau tak mau pulang saja kau!” Teriak pemilik gubuk itu dari dalam. Sakura hanya menghela napasnya. Perlahan ia mendudukan tubuhnya disamping pintu gubuk itu. Setidaknya tanahnya tidak sekotor dalam kandang itu. Ia menutup matanya perlahan yang telah letih bekerja itu. Perlahan, ia mulai terbuai akan mimpi

***

Seorang Lelaki bersurai pirang menatap gadis bersurai merah muda itu malas. Ia menggoyang-goyangkan bahu gadis itu cepat, membuat sang gadis mengerang namun tak cukup untuk membuka matanya.

Deidara nampak berhenti sebentar, ekspresinya berubah jadi ‘aneh’ namun cepat-cepat ia ubahnya. “OI! BANGUN!” Dengan suara ekstra yang nyaring ia berteriak didepan muka sigadis.

Gadis itu terlonjak dari posisi duduknya. Sekilas ia terlihat linglung sampai ia melihat seseorang dihadapannya. Ekspresinya berubah ganas, “apa maumu hah?!”

“Heh gadis kerbau! Bangun dan lebih baik kau cepat-cepat bereskan kandang kuda itu jika kau ingin menempatinya nanti malam. Atau kau akan meninggalkan hutan hari ini? Heh” Deidara memanganginya kesal, cepat-cepat ia berdiri dan berjalan menjauhinya.

“Tunggu! Kau mau kemana?”

“Pasar! Cari makan”

*** CDK_The Fate ***

Gadis itu mengeluh, betapa banyaknya hewan-hewan itu. Dengan sabar ia memindahkan jerami-jerami itu keluar kandang dan menyucinya disungai kecil yang ditemuinya. Setelah dianggapnya cukup lumayan bersih untuk dipakai, ia menjemurnya.

Ia mengambir air dan menyiramkannya kedalam gudang, berkali-kali dan menyikat-nyikat lantainya dengan daun kering yang di pijak dengan kaki. Setelah dirasakannya sudah cukup bersih ia beristirahat dipinggir sungai. Ditatapnya pantulan dirinya di air jernih sungai itu.

Ia meruntuki dirinya sendiri, sungguh berantakan sekali dirinya, dan juga bau. Karena tak betah dengan keadaan, ia memandangi sekitarnya. Setelah dikiranya aman, ia melucuti pakaiannya dan mandi.

Cepat-cepat ia berpakaian sebelum ada yang melihatnya. Biasanya jika ia mandi diluar, ada 2 pengawal dan para dayang-dayang yang menjaganya. Namun sekarang? Ia bukan Puteri lagi. Ia hanya gadis pelarian yang tak memiliki apapun.

Ia menyisir surainya perlahan dengan jari tangan. Tentu saja tak terfikir olehnya untuk membawa alat-alat penata rambut saat kabur tadi malam.

Untung saja saat kecil ia dilatih Hyuuga-sensei untuk melumpuhkan beberapa titik ditubuh manusia. Ia memang tak terlalu berbakat untuk hal satu itu, tapi cukup lumayan untuk menghadapi 4 penjaga yang berjaga didekat jendela kamarnya dan 2 penjaga dari kebun belakang kerajaan.

Ia memandangi jerami-jerami yang mulai kering, diambilnya lalu disusun didalam bekas kandang kuda itu. Setelah cukup lama pekerjaannya selesai. Sejujurnya ia tak pernah melakukan hal-hal berat dulu. Pekerjaannya hanya merajut, merangkai bunga dan memasak kue. Sisanya hanya bermain dan bersantai.

Tubuhnya terasa pegal. Sendinya terasa ngilu. Perlahan ia memutarkan kepalanya.

Nampak seorang pemuda memegangi kantong belanjaannya berhenti sebentar. Dipandanginya gadis bersurai basah dihadapannya. Ia menatapnya aneh, dahinya mengernyit. “Kau habis mandi?”

“Ya, kenapa memang?” Gadis itu tak terlalu mempedulikan tatapan lelaki muda itu padanya, ia justru memandangi kantong yang sedang dijinjing Deidara. “Apa itu makanan?”

Deidara tersadar dari lamunannya, segera ia mengangkat kantong itu, “un. Ayo makan.” Pemuda itu memasuki gubuk kecilnya, dibelakangnya berekor sang gadis bersurai merah muda.

“Itu apa?”

Ramen, kau bisa masak?” Deidara berbicara seraya menyiapkan peralatan masaknya.

“Tidak” Sakura tampak menyesal, bisa-bisanya seorang wanita tidak bisa masak. Sejujurnya ia malu pada dirinya sendiri.

“Payah.” Pemuda itu melontarkan ejekan-ejekan kecil, membuat sang gadis mendengus sebal.

*** CDK_The Fate ***

Sakura melongo menatap panci ukuran kecil yang diletakan ditengah meja reot itu. Dari dalamnya mengepul asap panas yang wangi, membuat air liur dua manusia itu menitik.

Dengan semangatnya, Deidara memegang Hashinya. “Itadakimasu.” Ia mulai melahap ramen itu langsung dari pancinya.

Sakura menegak liurnya, “Ano… Kau tak punya wadah?” Gadis itu memandang cemas kearah Deidara.

Pemuda itu mendengus, “makan saja apa adanya! Kalau tak mau yasudah.” Ia kembali melanjutkan makannya, membuat sang gadis jadi Harap-harap Cemas akan kehabisan makanan.

Dengan membuat tekat, Sakura mengambil hashi—sumpit—dihadapannya, ia bergeser kesebelah Deidara dan menggerakan Hashinya canggung, “bisakah kau bergeser sedikit?”

Deidara mendengus, sedikit bergeser namun ia tetap melanjutkan makannya. Dengan menahan malu, Sakura menyumpit telurnya. Cepat-cepat dimasukan kedalam mulutnya ketika perutnya meneriaki raungan kasar. Deidara tergelak, membuat pipi gadis itu memerah.

“Diamlah baka! Aku belum makan dari semalam, ini wajar!” Ujarnya ketus lalu memasukan mie kedalam mulutnya. Deidara mencibir kata ‘wajar’ dengan wajah konyolnya.

Terlihat kedua insan yang tengah akur menyantap seporsi Ramen dalam 1 panci kecil bersama-sama. Sakura yang tengah menyadari pipinya berdekatan dengan pipi sang pemuda langsung mendorongnya jauh-jauh. “Jangan dekat-dekat, Baka!”

Dengan sebal Deidara menegak airnya dan melirik gadis itu tajam.

To Be Continue

Halo minna-san, kembali lagi saya Citra mempost anime FF😀
Jujur temanya ini diluar kebiasaan saya, biasanya saya lebih suka bikin story yang settingnya di sekolah dan jadi siswa-siswi hihi namun karena saya ingin mencoba yang baru maka saya mengambil resiko (?) Membuat Fanfic seperti ini😀 kenapa resiko? Karena saya merasa Fanfic ini akan cukup panjang, bukan oneshoot atau twoshoot yang biasanya saya buat😉

Oh ya, ini aku kasih bberp photo Sakura, Sasori dan Deidara, kenapa? Karena banyak temen-temen aku yang gak tau muka orang”nya ._. Makanya aku kasih photonya biar lebih nyambung😀


Oke sekian cuap-cuap saya, Silahkan tinggalkan komentar sebagai sarana menghargai karya saya ^^ Buat Silent Readers boleh-boleh aja, tapi sekali-kali tinggalin jejaknya ya, saya gak marah kok🙂
Buat flamers juga, kalian boleh flame, namun harus konstruktif, artinya apa? Kalian jika ingin nge-flame harus nyambung sama FF nya ^^

Klik ‘suka’ jika anda menyukai Fanfic ini😀

Regard,

Citra D. Kania

*p.s : bonus pict : Deidara ^^

About CDK world :)

Hi... ^^ selamat datang di wordpress milik saya. Saya siswa SMP tahun ke-3. Kalian bisa sebut saya freelance author because i love so much to write Fanfic hoho. Fanfiction yang akan saya posting disini ada beberapa jenis, ada yang kpop, ada yang anime ^^ karena saya suka anime seperti Naruto, D. Conan, Bleach, dan masih banyak lagi, saya sering memakai characternya di FF buatan saya, sedangkan untuk FF kpop pairingnya ada yg Super Generation ada yang saya bikin sendiri pairingnya sesuai mood saya #plak. Di Wordpress ini saya juga mempost lirik lagu, dari Barat (especially rock-Music), Kpop, juga Jpop (especially ost Anime). Selain itu, saya juga menshare tentang pelajaran (because i am a student :) ), dan beberapa info lainnya Oh ya, jika ingin merequest lyrics ataupun fanfic juga boleh. tinggal tinggalkan comment untuk saa :) so, lets visit and read my Wp now ^^ Regard, Citra Dewi Kania
This entry was posted in Akatsuki, Anime, FF Anime, Naruto. Bookmark the permalink.

7 Responses to FF – The Fate Part. 1

  1. Hani YS says:

    Waaaa, seru.. Lanjutan nya di percepat di post yoo;;)

  2. Baekhs says:

    Am I first? Aaaak, aku suka! Speechless. No comment! Tapi tapi, saso-kun nya kenapa belum muncuuul? Dei juga kok jarang ngomong ‘un’ kaya di ff sebelumnya? Dan juga… KURANG PANJANG! Hehe:D publishan part 2 ditunggu~

    • CDK world :) says:

      Sorry but the first is Hani :p
      Aaa Arigatou, Sasori sudah muncul di Part 2, lalu kalo saya nulis ‘un’ terus di ff ini bakal kebanyakan ‘un’ (?) Karena Deidara bukan cameo lagi disini, jadi ‘un’nya diilangin dulu (?).

      Part. 2 udh lumayan panjang kok, silahkan baca ‘o’)/

  3. CDK says:

    Thank you, was leave me a comment ^^
    Thanks too, ’cause reblog my fanfic🙂
    Let visit my WP again when you looking for some fanfiction or song lyrics on https://kaniacitra1997.wordpress.com ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s