FF – The Fate Part. 2

Author : Citra D.K ( @citradewi__ )

Disclaimer : this story belong to me, casts belong to Masashi Kishimoto, Masashi Kishimoto and I belong to God.

Pair : DeiSaku, SasoSaku.

Cast : akatsuki member, Sakura friend and more

Genre : friendly, romance, angst.

P.s : standard warning applied.

Language : Indonesian

Rate : T

Notice : No copycat and plagiarize, because its sinning!

Don’t like, don’t read.
Happy reading ^^


Deidara tengah membereskan peralatan yang dipakai makan sorenya tadi. Sakura menguap, sungguh hari yang melelahkan hari ini. Dengan perlahan, ia meletakan kepalanya diatas tangan yang ia lipat dimeja. Sayup-sayup matanya hampir menutup.

“Hey kau! Jangan tidur disana” sontak Sakura tersentak, ia langgsung menggerutu dan berdiri. Ditatapnya tajam pemuda yang baru saja menginterupsinya tadi.

“Lantas aku tidur dimana, hah!”

“Kandangmu”

Sakura terdiam, benar juga. Dia baru saja membereskan ‘kamar barunya’ itu tadi siang bukan? Ia menatap Deidara ragu. “Apa kau punya futon—kasur lipat—lagi?” Ia kembali menatap ke sekeliling ruangan gubuk ini. Hanya terlihat sebuah futon kumal yang terletak disamping oshiire—lemari penyimpan alat tidur—kumuh dan jelek.

“Tak ada, pakai jerami saja sana, hush” Deidara menggerak-gerakkan tangannya seolah mengusir kucing.

Sakura menekuk wajahnya dan keluar dari gubuk itu. Ia berjalan sampai depan kandang. Dipandanginya tempat itu seksama. Walaupun ia telah susah payah memeras keringat untuk membereskannya, tetap ada saja yang mengotorinya.

Ditatapnya nanar penutup kandang tersebut, hanya sebuah pintu tipis yang lapuk. Ia berjalan perlahan dan memasuki kamarnya itu. Tatapan nanar kembali tersirat diwajahnya ketika menatap atap kandang tersebut. Telah lapuk dan berlubang-lubang dimana-mana.

Dahulu ia tak pernah takut akan badai, petir, ataupun hujan. Ia telah aman didalam istananya. Namun sekarang, nampaknya ia harus berhati-hati dari hal semacam itu.

Dengan cepat ia mengatur posisi jerami dan menidurinya. Dengusan kasar yang terlontar untuk pertama kalinya. “Kasar sekali, bau pula” gadis itu meruntuki diri sendiri dan memposisikan tubuhnya duduk. Ditatapnya jerami-jerami itu dengan geram.

*** CDK_The Fate ***

“Maaf aku baru sampai” ujar seorang pemuda bersurai merah. Disampingnya berdiri seorang penashiatnya, Uchiha Itachi.

“Tak apa, saya mengerti” sang raja Haruno hanya tersenyum bersahabat. Ia mempersilahkan sosok dihadapannya untuk meminum occhanya

“Jadi, dimana gadis itu?” Sang penasihat angkat bicara.

Haruno tampak risau sesaat, namun wajahnya kembali menunjukan ekspresi serius. “Saya ingin terbuka saja. Maaf, puteri saya terguncang karena mendengarkan kabar yang mengejutkan ini. Namun, tak saya sangka ia akan melakukan hal sejauh ini…” Haruno nampak menghela nafas lelah, “ia kabur.”

Sang penasihat tampak kaget namun kembali ke ekspresi serius. Pemuda berambut merah itu terhenti meneguk sebentar, diletakannya kembali gelas itu. “Apa maksud anda? Sakura… Kabur?”

Haruno tampak menelan salivanya, “saya sudah mengirim beberapa pengawal pasukan untuk mencarinya, namun sampai sekarang masih belum ada kabar.”

Pemuda itu terdiam sebentar, “itachi-san, kirimkan tenaga bantuan.”

*** CDK_The Fate ***

Seorang gadis tengah merapatkan jubanya. Udara malam menusuk tulang, namun gadis itu lelah mengeluh dari sore. Ia berusaha setenang mungkin dan mengistirahatkan tubuhnya.

Nyaris, ketika ia hampir jatuh kedunia mimpi, suara ketukan menghadangnya.

Gadis itu tak menanggapi suara berisik itu, ia lelah dan malas untuk berdiri. Namun sayangnya ketukan itu tak berhenti-henti mengganggu indra pendengarannya. Gadis itu menggertakan giginya dan berteriak, “ada apa? Kalau kau sosok yang memiliki kaki, kau bisa masuk”

Pintu itu 3/4 terbuka, muncul kepala bersurai pirang panjang itu. “Oi, kau butuh kain tambahan?” Ditatapnya jubah yang tengah dipeluk erat Sakura.

“Eh, ya, aku butuh itu!” Gadis itu cepat-cepat membuka matanya, sorotnya memohon, “bisakah kau pinjamkan?”

Sang Pemuda melemparkan 2 lembar kain lalu kembali menutup pintu. Gadis bermanik Emerald itu terpaksa bangun dan memunguti kain-kain itu. ‘Baik juga dia‘ batinnya seraya memandangi pintu itu.

*** CDK_The Fate ***

Deidara membelah 1 demi 1 gelonggongan kayunya dengan telaten, menarik perhatian gadis bersurai merah muda itu. “Kau bekerja jadi tukang kayu?”

Deidara tak menjawab, ia hanya sibuk bermain dengan kampak yang dipegangnya. Sakura menggerutu, tiba-tiba ia teringat pertemuan pertamanya dengan lelaki itu.

“Waktu itu kau meledakan sesuatu ya?”

Kampak yang tengah diayunkan berhenti sesaat, “un?” Dibatalkannya aktivitasnya itu. Pemuda itu memandang Sakura kesal, “kau lihat apa waktu itu, hah!”

Sakura menekuk wajahnya, “aku hanya lihat asap dan dengar suara ledakan, memangnya ada apa sih?”

“tidak perlu tahu, outsider

Gadis itu sedikit tersinggung dengan perkataannya, “apa katamu?”

“Sudahlah. Aku sedang tak mood.” Pemuda itu menghentikan pekerjaannya dan mengangkut hasil potongannya kekantong besar.

Gadis itu terdiam sebentar, “hey, kemarin kau pergi kedesa kan?”, ia menatap punggung gadis itu, ia melanjutkan, “kau… Kedesa mana?”

“Konoha”

“… Kau dengar kabar sesuatu? Tentang pemerintahannya misalnya”

“Kenapa?”

“Aku kan tinggal ditempat terpencil seperti ini, walau begitu aku harus tahu keadaan desa-desa sekitar” gadis itu mendengus, berusaha menghilangkan getaran takut dalam nada bicaranya.

Lelaki itu tampak berfikir sebentar, “para pegadang mengeluh harga bumbu dapur.” Ia kembali melanjutkan aktivitasnya, membuat gadis itu berusaha menyabarkan diri. “Oh ya ada lagi.”

Gadis itu seketika menegang, “…apa?”

“Perjodohan Puteri Konoha kalau tak salah” gadis itu mengerang seketika, bukan hal baru untuknya. Deidara menatapnya sinis, “kenapa?”

“Huh, aku sudah tahu kalau yang itu.” Gadis itu menggerakkan tangannya meremehkan.

“Huh sombong sekali padahal hanya mengetahui hal tak penting.” Deidara kembali melakukan aktivitasnya.

Sakura mendengus kasar, ‘kabarnya tidak penting? Kau kira puteri itu tak penting?‘, “memangnya Puteri itu akan dijodohkan dengan siapa?” Gadis itu mencibir kesal.

“Kudengar calonnya telah datang, oh ya puteri konoha itu kabur” Deidara sempat menunjukan tampang berfikirnya sekilas lalu mengangkat bahunya. “Aku saja tak tahu rupa si Puteri manja itu.”

Tampak Sakura tengah menunjukan ekspresi sabarnya, namun cepat-cepat teralihkan, “calon.. Telah datang? Dari desa mana?” Gadis itu menatap serius punggung sang pemuda, berusaha mengorek-ngorek informasi.

Deidara terdiam sebentar lalu mengangkat bahunya tanpa menoleh. “Bukan urusanku.” Tanpa Sakura sadari sepercik cahaya ganjil terlintas di manik Aquamarine pemuda itu.

*** CDK_The Fate ***

Nampak pemuda bersurai merah tengah memandangi taman yang kosong dengan tatapan menerawang, dibelakangnya berdiri sang asisten yang tak pernah luput darinya, Uchiha Itachi sang penasihat.

Angin terus berhembus namun tak satupun memberikan respon barunya. Namun tak lama kemudian sang penasihat angkat bicara, “Sasori-sama, langkah apa yang akan kita ambil?”

Sesaat pria bermata Hazel itu terdiam, “Apa Sakura membenciku?” Satu tarikan nafas, ia kembali melanjutkan, “Apa yang ia fikirkan dan dimana dia sekarang?”

Pertanyaan itu terlontar begitu saja walau ia tahu sang penasihatnya pun tak bisa menjawab pertanyaannya. Menunggu sang penasihat berbicara namun tak kunjung terdengar, sang Pangeran berbalik menatap lelaki bersurai Hitam itu.

“Cari kemana saja, aku ingin kembali sementara ke Sunagakure, jika kalian tidak menemukannya selama 3 hari maka aku akan turun tangan.”. Sang Pangeran berjalan melewati penasihatnya namun ia tampak ingin berucap sesuatu, segeralah ia berhenti, “Itachi-san, kau kupercayakan untuk memimpin pencarian.” Ia kembali berjalan, sedangkan sang pesihat hanya membungkuk hormat dan menyatakan ‘Ya’.

*** CDK_The Fate ***

“Haruno-sama, kita harus terlebih dahulu menemukan nona Sakura, lebih baik anda katakan saja misi sebenarnya pada nona”

“Benar, Haruno-sama, jika pernikahannya berdiri hanya karena sebab itu, mungkin Nona Haruno akan mempertimbangkannya”

Haruno Kizashi tampak berfikir keras, terlihat dahinya berkerut-kerut jelas. “Memangnya kenapa jika pasukan bantuan kerajaan Sunagakure yang duluan menemukannya? Bukankah sama saja?”

“Memang benar, namun yang saya takuti ia akan menerima pernikahan itu, namun tak sanggup menjalankan misinya karena hubungan mereka, tuan” Ujar penasihat wanita.

“Namun, jika ia diberitahu alasan kita memberikan misi tersebut, kemungkinan ia akan berfikir ulang, Haruno-sama.” Sambung sang penasihat lelaki.

Wajah Kizashi kembali datar, “Sakura, kau harus melakukan apa yang kuinginkan.” Mata lelaki tua itu berkilat-kilat.

*** CDK_The Fate ***

Seorang Gadis bermanik Emerald tengah mengumpulkan apel-apel yang baru saja ia petik. Hidup ditengah hutan serasa bagaikan hidup sendiri, Deidara selalu memiliki acara sendirinya—pergi setiap saat entah kemana.

Setelah dilihatnya cukup, ia pergi menuju sungai dan mulai mencuci satu persatu buah itu. Angin bertiup, menerbangkan beberapa surai merah muda panjangnya yang terikat satu. Dengan sigap ia mengamankan apel-apelnya dari ancaman terbawa arus sungai—diletakannya para apel itu dipinggiran sungai.

Dengan telaten, ia melepaskan caping yang terpasang rapi dikepalanya dan membuntal surainya keatas. Rambutnya yang dulu selalu dihiasi mahkota Puteri itu kini telah tiada, Surainya tak sehalus dahulu sedangkan sekarang terlihat kusut. Poni belah duanya menghiasi wajahnya bagaikan bingkai. Setelah dirasanya rapi segera ia kembali memakai Caping putihnya itu.

Srek, srek, srek.

Gadis itu terdiam sebentar, apakah Deidara sudah kembali? Namun cepat-cepat ia menggeleng, biasanya ketika pemuda itu berjalan tidak akan seberisik ini. Dengan cepat ia berfikir, apa tempat persembunyiannya ketahuan? Apa ada orang yang hanya sekedar lewat? Jika benar, orang itu baik atau sebaliknya?

Gadis itu dengan cepat bersembunyi dibalik pohon oak tua dekat sungai tanpa menghiraukan apel-apelnya dan mengintip dari sana.

Tampak beberapa orang berbaju prajurit yang tidak ia kenal memandangi ‘rumah’ baru gadis itu, mau tak mau ia meneguk salivanya, apa yang mereka akan lakukan? Batinnya cemas.

Salah seorang dari mereka menoleh kekanan dan kekiri, membuat sang gadis semakin tegang akan terbongkarnya tempat persembunyian sementaranya ini.

“Sepertinya tempat ini dihuni seseorang,”

“Perkiraan kasarnya sih 1-3 orang, itu masih menurutku,”

Para tentara itu mendekati gubuk dan kandang kuda bobrok kepunyaan Deidara itu, kecuali satu orang yang masih terdiam. Prajurit itu lalu kembali memandangi sungai kecil itu dengan kecurigaan. Perlahan, prajurit itu berjalan kearah sungai.

Prajurit itu tertegun melihat 3 Apel yang terlihat sangat segar dan baru terletak dipinggir sungai. Ia berjongkok dan menggenggam salah satu dari apel tersebut sementara Sakura telah gemetaran tegang, keringat dingin menetes di pelipisnya.

To Be Continue

Yoo leave comment, remember? ^^
For silent reader, no problems you not leave me a comment, but I hope you will soon🙂
Click ‘like’ if you like this post

Bonus Pict : Haruno Sakura

About CDK world :)

Hi... ^^ selamat datang di wordpress milik saya. Saya siswa SMP tahun ke-3. Kalian bisa sebut saya freelance author because i love so much to write Fanfic hoho. Fanfiction yang akan saya posting disini ada beberapa jenis, ada yang kpop, ada yang anime ^^ karena saya suka anime seperti Naruto, D. Conan, Bleach, dan masih banyak lagi, saya sering memakai characternya di FF buatan saya, sedangkan untuk FF kpop pairingnya ada yg Super Generation ada yang saya bikin sendiri pairingnya sesuai mood saya #plak. Di Wordpress ini saya juga mempost lirik lagu, dari Barat (especially rock-Music), Kpop, juga Jpop (especially ost Anime). Selain itu, saya juga menshare tentang pelajaran (because i am a student :) ), dan beberapa info lainnya Oh ya, jika ingin merequest lyrics ataupun fanfic juga boleh. tinggal tinggalkan comment untuk saa :) so, lets visit and read my Wp now ^^ Regard, Citra Dewi Kania
This entry was posted in Akatsuki, Anime, FF Anime, Naruto. Bookmark the permalink.

2 Responses to FF – The Fate Part. 2

  1. Hani YS says:

    Lanjut part 3 cit. Aaa lagi, seru-seru tau nya abis(⌣́_⌣̀)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s